Suami Idaman Yang Setia Dunia dan Akhirat


Ini adalah kisah ayah yg setia terhadap bunda yg telah tiada 21 tahun yg lalu, Aku Siti Nadiatus Salwa

Saat Aku dilahirkan bunda berjuang bertahan atau mempertahan kan,,,karna saat itu bunda punya penyakit jantung yang di sembunyikan dari ayah.
Setiap malam ayah selalu menina bo”kan ku bercerita tentang bunda,,,

*Perjalanan hidup ayah dn bunda,,,*

Bunda Aisyah seorang yg aktif dlam setiap organisasi di kampungnya. Pertemuan yg singkat itu terjadi saat ada pertemuan pengurus kampung yg menjamu ayah dan kawan-kawannya.

Pemalu, polos dan lembut dalam bertutur kata membuat hati ayah yg mengidamkan wanita seperti bunda. Tak ada pertemuan khusus bagi ayah dn bunda, mereka bertemu bersama sama yangg lain juga dalam membahas kemajuan kampung,,

Suatu hari bunda gak hadir karena ada keperluan yang gak di sebutkan oleh teman teman bunda yangg juga aktif bersama bunda.

Pada saat itu ayah mulai gelisah krna bukan sekali bunda gak hadir,saat masa tugas ayah selesai pun bunda gak hadir.setiap malam ayah selalu berdo’a utuk bunda. Dan di kesempatan lain saat liburan ayah datang ke rumah bunda dan mengutarakan isi hati ayah yg ingin menikahi bunda.

Tanpa lama” akhirnya ayah dan bunda di satukan hanya dalam jangka 3bulan saja. Setelah pernikahan bunda dibawa kemana saja saat ayah mendapat tugas kantornya, dan bunda tak kemana mana hanya di rumah mengerjakan tugasnya sebagai seorang istri,setiap ayah pulang kerja bunda selalu mencuci kaki ayah, dan selalu menyiapkan makan ayah tepat waktu. bunda yang selalu membangunkan ayah di pertengahan malam.

Dalam 6 bulan kemudian bunda mengandung aku, bunda yang selalu berdandan di hadapan ayah yang gak pernah keluar rumah, jika ayah ajak bunda jalan-jalan, bunda berpakaian yang anggun (berhijab).

Dan tak ada yg ganjil yang ayah lihat dari bunda pada saat mau melahirkan aku, Dan saat kritis bunda pingsan dan bunda di larikan ke rumah sakit yang kebetulan saat itu hari minggu. Ayah terkejut mendengar penjelasan dokter yg mendeteksi bahwa orang pengidap penyakit jantung gak boleh hamil dan akhirnya aku di lahirkan cesar dan keadaan bunda masih kritis.

Di mushola rumah sakit ayah selalu mendo’akan bunda karena ayah gak mau kehilangan bunda.
Di saat keadaan bunda membaik dan bunda hanya berkata sekejap saja.

bunda: ”yah jaga malaikat kita beri nama dia Siti Nadiatus Salwa, maafkan bunda yah,”

Ayah:”iya bunda, kita sama-sama besarkan Nadia ya bunda, bunda pasti sembuh, bunda harus semangat”,,

Bunda:”yah, bunda mengantuk”

Yang terakhir itu lah aku yang masih merah menangis, dan aku di dekapkan di smping bunda (di foto”) yang gak ayah sadari sebenarnya monitor detak jantung bunda telah datar. Histeris saat itu adik bunda (bibi naysiyla datang).

**Kehidupan ayah yg single parent **

Ayah tegar berjalan membesarkan aku sendirian tanpa ada perempuan lain yang hadir dalam kehidupan kami kecuali bibi naysyila yg saat itu juga telah berumah tangga dan mempunyai 2 orang anak laki-laki,,

Ayah yg selalu mendapat tugas keluar kota yag jangkanya lama, ayah selalu membawaku. Saat aku mulai dewasa ayah khwatir ada laki-laki nakal yg ganggu aku, namun aku punya pegangan sendri karena sedari kecil ayah mengajarkan aku tuk selalu berbusana yang muslimah dan ayah pun memberi aku pelajran agama.

Setiap hari ayah selalu antar jemput aku ke sekolah, dan alhmdulillah aku gak pernah memarahi ayah karena ku pun mengerti ayah yang sebenarnya kesepian tanpa bunda yang telah tiada dan ayah enggan menikah lagi,,,

*akhir hayat ayah*

Masa itu ada seorang ikhwan yg berani ingin menikahi ku, dan ayah berfikir dah saat nya aku mendpatkan seorang laki-laki yang bisa menjaga ku karena umur ayah sudah 52thun,,,

Sebelum nya ayah menyelidiki ikhwan itu melalui sepupuh ku ”Danial (putra pertama bibi Naysyila)” yang umurnya sama dengan ku,, dan ayah setuju setelah tau tentang ikhwan itu dan tak lama kami mengadakan akad nikah dan walimahan.

Masa itu adalah hari bahagia ku yang di warnai dengan tangisan, karena setelah akad nikah selesai dan saat itu banyak tetamu datang waktu sholat dzuhur ayah meninggal saat berdzikir memegang tasbih di tngan nya.

Itulah perjalanan hidup ayah yg mudah-mudahan ayah di pertemukan dengan bunda. Makam ayah dan bunda yg berjajar,,,

” bunda ayah tunggu Nadia disana ”
( ucapan ku saat menghantarkan ayah di pekuburan ).

Adakah di kehidupan ini yg menjunjung kesetiaan??? ,,,^_^,,,

Wassalam,,,

Oleh: Cah Ancran
LKMAI Fp Indahnya Islam 2012

About islami123

jendela islami,. Menggapai Indahnya hidup dengan beribdah dan saling berbagi

Posted on 10 September 2012, in kisah Islami, LKMAI Edisi 1. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Subhaanalloh… suami n ayah yg baik n stia u istri n anak,, mdh2n jd contoh bagi para suami2 yg ingin surga-Nya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: