Indahnya Islam, Bukan di Mata tapi di Hati


Kata “Indah” seringkali kita ucapkan ketika melihat secara langsung suatu keadaan, entah itu gunung, laut, matahari terbit dan terbenam, ataupun hal yang lain yang bisa dinikmati oleh sepasang bola mata kita. Maka dalam konteks seperti ini keindahan itu hanya milik orang-orang yang diberi karunia untuk melihat. Sementara tunanetra sangat miskin akan yang namanya keindahan.

Ukuran keindahan islam tidak dapat diukur hanya dengan mengandalkan penglihatan. Akan tetapi keindahan islam sangat bergantung dengan apa yang dirasakan oleh hati kita. Oleh karena itu, indahnya islam dapat dirasakan oleh setiap orang, dari anak kecil hingga dewasa, kulit hitam maupun putih, dari yang sempurna alat indranya sampai yang cacat sekalipun, miskin ataupun kaya, bahkan orang nonmuslim-pun dapat merasakannya. Maka disinilah letak keistimewaan agama samawi ini sebagai agama terakhir sekaligus satu-satunya agama yang diridhai oleh Allah SWT . Islam agama rahmatan lilalamin, sebagai rahmat untuk seluruh alam.

Mengapa semua orang berpotensi untuk merasakan indahnya islam? Pertama kerena islam adalah agama fitrah yang selaras dengan fitrah manusia (human nature). Maka wajar Yusuf Al Qardhawi berpendapat bahwa, “Islam merupakan agama yang diturunkan untuk manusia, karena itu Islam merupakan satu-satunya agama yang cocok dengan fitrah manusia. Pada dasarnya, tidak ada satupun ajaran Islam yang bertentangan dengan jiwa manusia”. Islam mencitai perdamaian bukan agama teroris yang sering dituduhkan oleh sebagian orang. Islam adalah agama yang peduli akan hidup dan kehidupan manusia, sehingga dalam islam satu nyawa itu sangatlah berharga. Islam agama yang toleran, maka Islam mengajarkan prinsip hidup beragama yang jelas “Untukmu Agamamu dan Untukku Agamaku (QS,Al-Kaafirun:6)”.

Lalu kenapa keindahan islam tidak mampu dirasakan oleh semua orang, padahal setiap manusia dikarunia fitrah yang sama?. Itu karena manusia berani melanggar fitrahnya sendiri. Informasi profetik, dalam hal ini wahyu Al Qur’an, yang mempunyai konsepsi bahwa “manusia adalah homo theophani atau makhluk berketuhanan yang harus selalu mempresentasikan kehendak Tuhan di bumi, dikenal dengan istilah khalifah Allah fi al-ardh (Hude, 2006 : 2)” dengan kesombongan dan keangkuhannya sendiri, fitrah mendasar seperti ketuhanan dan kebenaran hakiki sebagai makhluk ciptaan Allah swt mereka nodai. Rasulullah saw bersabda:

عن ابي هريرة رضي الله عنه قال : قال النبي صلى الله عليه وسلم : كل مولد يولد على الفطرة فابواه يهودانه او ينصرانه او يمحسانه

“Dari Abi Hurairah ra, bahwa Nabi saw bersabda: setiap anak yang dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orang tualah yang menjadikan ia Yahudi, Nasrani atau Majusi”.

Hati yang terlahir suci, tiba-tiba menjadi kotor. Maka hati ini akan buta dengan keindahan ajaran islam. Hati ini dalam sekejap, mengidap penyakit Dyschromatopsia (buta warna) yang tidak bisa membedakan hitam dan putih, yang benar dan yang salah. Hati seakan-akan mati rasa, hingga kepedulian, berbagi, saling tolong menolong tidak lagi menjadi budaya. Ini terjadi bukan dikalangan nonmuslim saja bahkan orang islam sendiri tidak mampu merasakan keindahan islamnya sendiri “ Naudzu Billahi Min Dzalik” ” alaa inna fil jasadi mudghah,idzaa shaluhat shaluha jasadu kulluhu waidzaa fasadat fasada jasadu kulluhu, alaa wahiyal qalbu”.( ingatlah sesungguhnya di dalam tubuh ada segumpal daging, jika ia baik maka baiklah seluruh tubuhnya dana apabila ia buruk maka buruklah seluruh tubuhnya.ingatlah ia adalah hati ). HR: Bukhari dan Muslim.

Maka siramilah hati kita dengan air kesucian, hangatkanlah hati kita dengan kehangatan Cinta Kepada-Nya, tentramkanlah dengan selalu mengingat-Nya. Mudah-mdahan Keindahan islam yang ada didunia dan di akhirat dapat kita lihat dan rasakan dengan Mata Hati yang Fitrah.

Oleh : Agus Haruna
LKMAI Fp Indahnya Islam 2012

About islami123

jendela islami,. Menggapai Indahnya hidup dengan beribdah dan saling berbagi

Posted on 8 September 2012, in LKMAI Edisi 1, Lomba Islami. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: