Ada Lisan Yang Terjaga


Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bersifat pemarah. Untuk mengurangi kebiasaan marah sang anak, ayahnya memberikan sekantong paku dan mengatakan pada anak itu untuk memakukan sebuah paku dip agar belakang rumah setiap kali dia marah.

Hari pertama anak itu memakukan 48 paku ke pagar setiap kali dia marah. Lalu secara bertahap jumlah itu berkurang. Dia mendapati bahwa… ternyata lebih mudah menahan amarahnyadaripada memakukan paku ke pagar.

Akhhirnya tibalah hari dimana anak tersebut merasa sama sekali bisa mengendalikan amarahnya dan tidak cepat kehilangan kesabarannya. Dia memberitahukan ini kepada ayahnya, yang kemudian mengusulkan agar dia mencabut satupaku setiap hari dimana dia tidak marah.

Hari-hari berlalu dan anak laki-laki itu akhirnya memberitahu ayahnya bahwa semua paku telah tercerabut olehnya. Lalu sang ayah menuntun anaknya ke pagar. “Hmm, kamu telah berhasil dengan baik anakku, tapi, lihatlah lubang lubang di pagar ini. Pagar ini tidak akan pernah bisa sama seperti sebelumnya. “Ketika kamu mengatakan sesuatu dalam kemarahan. Kata-katamu meninggalkan bekas seperti lubang ini.di hati orang.”

“Kamu dapat menusukkan pisau pada seseorang, lalu kamu mencabut paku itu. Tetapi tidak peduli berapa kali kamu mintamaaf, luka itu akan tetap ada.dan luka karena kata-kata adalah sama buruknya dengan luka fisik..

♥ ♥
Suara sayap itu menghaluskan angin yang ada disekitarnya. Tidak seperti lisan yang dihasilkan oleh jutaan manusia yang ada saat ini. Sudah banyak kata yang dikeluarkan oleh lisan. Tak dapat dihitung dan tak dapat diduga. Kehancuran sedikit demi sedikt meluas akibat lisan yang tak terjagai. Dusta, bohong, fitnah, ungkapan benci, semua bermula dari lisan manusia. Tidak seperti suara yang dikeluarkan oleh burung di pagi hari yang begitu merdu dan indah. Jika direnungi, lisan ini seperti tidak ada kendalinya. Meluncur deras tanpa batas, semakin hari hanya membuat kerusakan di dunia, ah mengapa lisan ini sering tidak terjaga ? Mengapa hanya kebohongan yang terlontar, mengapa hanya kemarahan dan keluh kesah yang terucap.

Sahabat, tidakkah engkau menyadari begitu besar rahmat Allah yang di anugerahkan kepadamu. Nikmat yang Allah berikan melalui lisani begitu melimpah. Dengan Perantara lisan engkau semakin mengerti, engkau semakin dewasa, engkau semakin tahu bahwa hidup ini hanya sementara dan sangat singkat. Dengan lisan ini pula kita masih diberi kesempatan untuk meminta maaf kepada saudara dan teman. kita bisa mengajak orang lain menuju surga. Sungguh indah bukan ?

Dan hebatnya lagi, melalui lisan ini engkaupun bisa berdo’a. Memohon ampunan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala. Engkau bisa meminta apa yang engkau mau.

Dan taukah engkau sahabatku? mengapa Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut? Artinya, kita harus lebih banyak mendengar daripada banyak bicara. Mendengar harus dua kali lebih banyak, agar ucapan kita menjadi lebih bermakna.

Mendengar harus dua kali lebih banyak, supaya sekali berkatamaknanya bisa lebih besar. Karena itulah Allah menciptakan dua telinga dan satu mulut. Hisaplah… informasi sebanyak mungkin, lalu olah, dan keluarkan dengan kata-kata yang sarat makna. Banyak bicara akan banyak mengeluarkan kata-kata, hingga peluang tergelincir akan semakin besar. Bila ini terjadi maka peluang untuk celaka jadi semakin besar. Benarlah apa yang disabdakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam,

“Barang siapa banyak bicara, niscaya banyak kesalahannya; barang siapa banyak kesalahannya, niscaya akan banyak dosanya; dan barang siapa banyak dosanya, maka neraka menjadi lebih utama baginya” (HR. Abu Nu’aim).

Sahabatku, mari kita muhasabah diri. Mungkin tanpa kita sadari lisan kita sering melukai perasaan sahabat kita, bisa jadi ada kata yang menyinggung perasaan sahabat kita ,bisa jadi ucapan-ucapan ketika kita marah, melekat pada sahabatkita, dan sulit dihilangkan bekasnya oleh mereka. Bisa jadi mereka tidak rela dengan perkataan kita, ketika mereka telahtiada. Mau kah kita menjadi orang yang meninggalkan bekas yang buruk di hati orang lain ? Semoga kita bisa lebih menjaga lisan kita.

♥ Nitha Ayesha
Fp Indahnya Islam

About islami123

jendela islami,. Menggapai Indahnya hidup dengan beribdah dan saling berbagi

Posted on 11 April 2012, in Ibadah. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: