Memaknai Usia


Detik berganti menit, menit berganti jam, hari, minggu, bulan, tahun, begitu seterusnya. Usia kita pun semakin bertambah, itu artinya jatah hidup kita di dunia-pun semakin berkurang. Lantas apa yang sudah kita perbuat dengan hidup kita?

Apakah waktu kita terbuang sia-sia tanpa makna, tanpa ada satu hal pun yang bisa kita banggakan, tanpa ada kemanfaatan untuk sesama?. Tanpa iman? Hmm, padahal kitatahu, kelak di akhirat Allah akan meminta pertanggung jawaban atas usia yang telah Allah karuniakan kepada diri kita. Karena sesungguhnya usia akan menentukan baik-buruknya diri kita.

At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ”Siapa manusia terbaik?” Beliau bersabda,

”Manusia yang usianya panjang dan dihabiskan untuk kebaikan.” Ia bertanya lagi, ”Siapa manusia terburuk?” Beliau bersabda, ”Manusia yang usianya panjang, namun dihabiskan untuk keburukan”.

Berbicara tentang usia, aku teringat suatu kisah ketika seorang murid bertanya kepada gurunya.

”Guru, apa makna usia?” tanya sang murid
Gurunya-pun menjawab dengan menyitir pernyataan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Apabila hari ini amal pekerjaanmu masih sama dengan hari kemarin, berarti kamu merugi. Bila lebih jelek daripada kemarin, terkutuk namanya. Bila lebih bagus, barulah kamu termasuk orang beruntung”.

Dan, apakah usiamu yang setiap saat berkurang telah digantikan oleh hal-hal yang lebih baik atau sebaliknya? Di situlah makna usiamu.”

Subhanallah, semoga kita bukan termasuk orang-orang yang merugi, karena telah menghabiskan waktu kita untuk mengerjakan perkara-perkara yang mubah atau pekerjaan-peker jaan yang tak bernilai apa-apa, dan kita tetap dikatakan merugi sebab usia sebagai modalnya habis tanpa meninggalkan dan menghasilkan apa pun bagi diri kita. Untuk itu usia yang kita jalani mesti diisi dengan hal-hal yang bermanfaat.

Yang menjadikan kita terus lebih baik, dan bermanfa’at bagi orang lain setiap harinya. Karena usia adalah amanah, maka jangan engkau siakan.

Fp Indahnya Islam

About islami123

jendela islami,. Menggapai Indahnya hidup dengan beribdah dan saling berbagi

Posted on 9 April 2012, in renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: