Rasa Syukur Membuat Diri Kita Merasa Lebih Bahagia


Syukuri apa yang ada
hidup adalah anugerah
tetap jalani hidup ini
melakukan yang terbaik
Tuhan pasti ‘kan menunjukkan
kebesaran dan kuasaNya
bagi hambaNya yang sabar
dan tak kenal putus asa
(D’masiv – Jangan Menyerah)

Mungkin sahabat sudah tidak asing lagi dengan penggalan lagudi atas. Jangan Menyerah!. Yup Jangan Menyerah, karena hidup adalah perjuangan. Jangan Menyerah, karena hidup adalah anugerah yang harus kita syukuri. Jangan Menyerah, lakukanlah yang terbaik apa yang engkau bisa. Jangan Menyerah, percayalah Allah sudah menyiapkan akhir yang indah untuk setiap hamba yang selalu berjalan di atas syariat-Nya.

Setiap diri dilahirkan dengan kelebihan dan kekurangan masing-masing, setiap diri mempunyai kisah, dengan keadaan, peran, ujian dan rezeki yang tidak seragam.Akan tetapi tidak semua orang merasakan kebahagiaan ketika dia berlimpah materi dan di anugerahi banyak kelebihan, karena sesungguhnya kebahagiaan itu letaknya di hati. Kebahagiaan itu ada ketika kita mau bersyukur terhadap apa yang telah Allah anugerahkan kepada diri kita.

Sahabat,mulai saat ini tanamkan dalam dirimu, bahwa engkau adalah pemilik kebahagiaan itu?
AKU! Yah, katakan aku! aku yang paling bahagia dengan segala karunia yang telah Allah berikan. Aku yang paling beruntung atas nikmat yang ada saat ini. Aku menikmati setiap peran yang sedang dijalani. Akulah yang paling BAHAGIA, selama aku bersyukur!

Karena rasa syukur yang kita tanamkan akan menghadirkan kebahagian dalam hati, seperti apapun peran yang Allah berikan dalam setiap episode kehidupan kita. Namun bukan berarti syukur tanpa usaha untuk meraih cita-cita.

Bersyukur bukan berarti pasrah dan tak lagi bermimpi. Bukan,bukan seperti itu maksudnya.

Bersyukur adalah menerima apapun scenario Allah, tanpa mengeluh, dan tanpa menghakimi, karena kita yakin Allah lebih tahu yang terbaik untuk hidup kita melebihi diri kita sendiri.

Maka jalani setiap episode kehidupan dengan syukur dan sabar. Bukankah ini adalah ciri keistimewaan seorang insan beriman?

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sungguh mengherankan perkaranya orang mukmin, karena setiap perkaranya akan baik baginya, apabila dia mendapatkan kenikmatan maka dia bersyukur dan itu baik bagi dia, dan apabila ia mendapatkan musibah maka ia bersabar maka itupun baik bagi dia” (HR Bukhari)

Orang yang bersyukur akan melihat segala karunia yang ia miliki, lalu ia akan merasa bahagia. Sedangkan orang yang tidak bersyukur ia akan sibuk menghayalkan apa-apa yang menjadi karunia orang lain dan tidak ia miliki, lalu ia akan merasa nelangsa dan sengsara. Sungguh betapa meruginya diri kita ketika setiap hari selalu merasa kurang, setiap hari selalu melihat kelebihan orang lain, merasa iri dengan kesuksesan sahabat kita, merasa tidak beruntung, lantas menganggap Allah tidak adil. Hmm, sahabatku…, percayalah engkaupun bisa seperti mereka, engkau bisa sesukses mereka asal engkau mau berusaha, seseorang akan mendapatkan apa yang ia inginkan sesuai dengan usaha yang ia lakukan. Jika saat ini engkau hanya diam dan menunggu sampai kapan kau mendapatkan apa yang engkau impikan?

Sekali lagi, bersyukur bukan berarti berhenti bermimpi. Tetapkita gantungkan mimpi setinggi bintang di langit. Di sela mimpi yang belum di raih, di antara ikhtiar yang tak henti dijalani, mari sisipkan selalu rasa syukur di dalam hati kita. Tetap jalani hidup dengan melakukan yang terbaik, berbuat dan bekerja untuk menggapai impian, dan biarkan Allah sebagai sutradara yang menentukan. Entah akan seperti apa peran kita di atas panggung sandiwara ini. Tapi seperti apapun jadinya, tetaplah bersyukur, berbuat, dan tawakkal ilallah. Karena Allah yang Maha Luas PandanganNya, pasti lebih bijaksana dalam menetapkan segala sesuatu.

Dan percayalah, dari setiap tetes peluh dan air mata. Dalam lelah dan payah usaha, tak pernah ada yang sia-sia. Meski kadang hasil tak sesuai dengan apa yang kita harapkan, tapi yakinlah bahwa itulah yang terbaik menurut Allah. Karena Allah melihat proses bukan melihat hasil. Allah pasti melihat betapa gigihnya engkau telah berusaha, Allah melihat semangat yang ada di dalam dirimu. Maka sahabatku, mulai sekarang jauhilah keluh kesah, karena mengeluh hanya akan membawa alam bawah sadar pada penderitaan. Ia hanya akanmenegaskan betapa sengsara dan tidak beruntungnya kita. Iahanya akan menyibukkan diri kita untuk masuk ke dalam khayalan “andai aku jadi si A, jika aku ada pada posisi B, seumpama aku meraih kesuksesan seperti si C, dan seterusnya. Dan itu hanya akan membuat diri kita merasa lemah dan tidak bersyukur. Padahal jika kita mau berfikir begitu banyaknya nikmat yang telah Allah anugerahkan kepada diri kita. Tubuh yang sempurna, keluarga yang utuh, sahabat yang selalu mendukung kita, nikmat sehat yang dengannya kita bisa selalu berkarya dan berbuat sesuatu untuk diri sendiri dan juga orang lain.

“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra’d: 11)

Seringkali kita mencarinya terlalu jauh, padahal bahagia itu dekat. Ada pada setiap hati yang bersyukur. Kalbu yang bisa melihat dengan jelas deretan karunia Allah yang dilimpahkan kepadanya, dan bukan sibuk menghitung apa yang tidak dia miliki. Sahabat, mari bersama belajar menerapkan rasa syukur, sebenar-benar syukur. Ia akan menghadirkan positif feeling, ketenangan, kebahagian, serta energi untuk melakukan tindakan nyata. Karena bahagia itu terjadi jika kita benar-benar memahami hati, bersahabat dengan hati, mengikuti kata hati, dan menjadikannya energi untuk membuatkeadaan dan kenyataan yang kita jalani menjadi lebih berarti. Karena sejatinya, tidak ada kesempurnaan yang bisa membuat kita bahagia, tetapi kebahagianlah membuat hidup kita terasa lebih sempurna.

Hmm, ternyata, bahagia atau tidak itu adalah pilihan ya?

Aku mau pilih bahagia ahhhh….

Kamu?
^_^

Nitha Ayesha = Fp Indahnya Islam

About islami123

jendela islami,. Menggapai Indahnya hidup dengan beribdah dan saling berbagi

Posted on 4 April 2012, in renungan. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Keren🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: