Apa iya,, Ada Istilah Orang tua durhaka kepada Anaknya


Beberapa hari yang lalu pernah saya menemukan beberapa artikel di internet tentang orang tua durhaka kepada anaknya dan di page ini beberapa saudaraku fillah menanyakan tentang hal ini dan banyak yang bingung dan bertanya-tanya, apa iya ada orang tua yang durhaka pada anaknya? Karena selama ini istilah durhaka yang secara umum dikenal di masyarakat justru sebaliknya, yakni anak durhaka pada orang tuanya. Jadi apakah tepat kalau menggunakan istilah orang tua durhaka pada anak?

Dalam kamus besar Bahasa Indonesia, kata Durhaka diartikan sebagai ingkar terhadap perintah (Tuhan, orang tua, dsb),. Nah sepertinya kalau dalam hubungan anak-orang tua atau sebaliknya, maka definisi yang dipakai adalah yang pertama, yakni ingkar terhadap perintah.

Dari definisi tersebut jelas terlihat, ketika anak ingkar terhadap perintah orang tua, maka pantas dia disebut sebagai anak durhaka pada orang tuanya. Dan apabila dibalik, orang tua durhaka pada anak , bukankah berarti orang tua itu yang ingkar terhadap perintah anak ? bila demikian, apakah anak memiliki otoritas untuk memerintah orang tua ? Dari sini jelas ketahuan, bahwa istilah orang tua durhaka pada anak adalah tidak tepat, bahkan salah karena anak tidak memiliki kewenangan untuk memerintah orang tuanya.

Kemudian apabila dilihat dalam konteks dalam Islam, bahwa munculnya istilah durhaka pada orang tua itu dikarenakan adanya perintah dari Allah Ta’ala melalui beberapa ayat Al Qur’an, yang memerintahkan supaya anak berbakti kepada orang tuanya, salah satunya tertuang dalamayat berikut, yang artinya :

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia”. (Q.S Al Israa’, 17:23)

Nah sementara untuk anak, sama sekali tidak ada satupun perintah Allah yang memerintahkan orang tua untuk berbakti kepada anaknya. Orang tua hanya dibebani kewajiban untuk mendidik dan memelihara anaknya sampai dia dewasa dan mampu memikul tanggung jawab sendiri sebagai seorang manusia seutuhnya.

Jadi, apabila kemudian ada orang tua yang berbuat jahat pada anaknya, mengabaikan anak-anaknya, tidak memberikan hak-hak anaknya, intinya tidak mendidik dan memelihara anaknya sebagaimana diperintahkan Allah Ta’ala, maka tidaklah bisa dikatakan bahwa dia orang tua yang durhaka pada anak, melainkan sama saja seperti manusia-manusia lainnya yang tidak melaksanakan perintah Tuhannya, yang berarti durhaka pada Tuhannya.
Dalam konteks inipun jelas, istilah orang tua durhaka pada anak adalah tidak benar.

Saya pikir semuanya sudah jelas, dan tidak perlu lagi dibahas berkepanjangan. Yang penting, saudaraku fillah jangan menjadi anak durhaka kepada orang tua.

Berbaktilah kepada mereka dengan sebaik-baiknya, jangan sekali-kali menyakiti mereka entah dengan ucapan apalagi perbuatan, karena suatu ketika saudaraku fillapun akan menjadi orang tua dan tentu berharap bahwa anak-anak anda akan berbakti pula kepada anda, dan andapun pasti tidak ingin mendengar ucapan atau mendapat perlakuan yang menyakitkan dari putra-putri anda.

Dan jika kelak saudaraku fillah sebagai orang tua ataupun sudah menjadi orang tua, jangan takut, anda tidak akan menjadi orang tua yang durhaka pada anak anda. Yang harus anda takutkan adalah menjadi orang yang durhaka pada Allah Ta’ala karena tidak melaksanakan kewajiban anda sebagai orang tua.

Fp Indahnya Islam

About islami123

jendela islami,. Menggapai Indahnya hidup dengan beribdah dan saling berbagi

Posted on 4 April 2012, in renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: