Yang Membuat Manusia Mulia


Hidup ini hanya sekali,mengapa dibuat susah?
Rasanya kalimat ini sering terlontar dari seseorang yang inginselalu beroleh kesenangan dunia. Boleh saja asalkan kesenangan tsb tidak terlepas dari tuntunan Al-Quran & As-sunnah,sebagai pedoman hidup kita.

Janganlah slogan tersebut digunakan untuk mencapai kesenangan hidup dengan menghalalkan segala cara. Jika itu yang terjadi.. justru akan membuat hidup kita susah,bukan hanya susah di dunia tapi juga susah di akherat. Contohnya yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, korupsi,sistem ‘amplop’..

Ok! uang mungkin digenggaman kita, tapi sadarlah bahwa uang haram yang mengalir pada tubuh seseorang tidak akan membawa ketentraman hidup, badan menjadi sarang penyakit,hati tidak tenang, banyak menuai permasalahan. Itu baru akibat dunia.. belum akibat kelak di akhirat..

Manusia dikarunia akal oleh Allah Ta’ala bukan untuk mensiasati yang salah jadi benar,yang haram jadi halal, namun Allah karuniakan akal pada manusia untuk memilih dan memilah mana yang bisa mendatangkan kemaslahatan dunia maupun akhirat. Jika tidak ! tentunya manusia bukan makhluk Allah Ta’ala yang paling mulia, namun jadi setara dengan makhluk lain yang tidak memiliki akal.

Sesungguhnya apa yang bisa mengangkat manusia mulia disisi Allah Ta’ala ?

Bukan harta bukan pula pangkat, namun Akhlak manusia itu sendiri, juga Ilmu yang diperoleh dan disebarkannya pada orang lain.

Tentang ilmu…Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa salam bersabda,
“Tuntutlah ilmu,karena sesungguhnya ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza wa jalla dan mengajarkan kepada orang yang tidak mengetahui adalah sedekah..”(HR.Ar-Rabii)

Tentang Akhlak..Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa salam bersabda,
“Barangsiapa rendah hati pada saudaranya semuslim Allah akan mengangkat derajatnya,dan barangsiapa mengangkat dirinya Allah akan merendahkannya.” (HR.Thabrani)

Fp Indahnya Islam

About islami123

jendela islami,. Menggapai Indahnya hidup dengan beribdah dan saling berbagi

Posted on 28 Maret 2012, in renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: