Nilai Penghargaan Seorang Guru Ngaji


seseorang yang berdedikasi untuk menyebarkan agama islam. mengajarkan, mengenalkan, mendidik, menteladani sesuai ajaran islam. dengan perhatiannya, dengan dengan kasih sayangnya, dengan kesabarannya, dengan ihklas, tanpa pamrih. dengan gigih mereka berjuang atas nama islam, merekalah pejuang pejuang kita, pejuang dijalan Allah.

kita bisa mengenal abjad huruf arab dari guru ngaji kita

kita bisa membaca ayat ayat alquran juga dari guru ngaji kita

kita sampai bisa menghafalkan ayat ayat dalam alquran juga berawal dari guru ngaji kita

kita bahkan sampai mahir dan bisa menerjemahkan kandunganisi dan manfaat ayat ayat dalam alquran berawal dari guru ngaji.sejauh ini, dari hasil yang kita terima, imbal balik apakah yang telah kita berikan kepada sang guru ngaji kita tersebut.

>>>>jangankan imbal balik, kadang ingat guru ngaji kita aja tidak.>>>>

Jaman sudah amat sangat berkembang, teknologi semakin maju, pendidikan juga semakin tinggi. tapi keadaan guru ngaji dari tahun ketahun masih begitu begitu aja.

Bagaimana kita menghargai guru ngaji yang kita anggap vital ini, kita mengaku islam tapi kalo tidak bisa ngaji namanya juga bohong, kita ini islam tapi kalo tidak tau artinya aslam itu juga bohong, jadinya islam asal asalan, islam angin anginan, islam ktp. maka posisi guru ngaji disini dianggap sangatlah penting. dari guru ngajilah akhlakul karimah seorang muslim berawal.

Guru ngaji selama ini selalu dipandang sebelah mata, sangat dibutuhkan sekali tetapi tidak dihargai. lihat saja fakta yang ada di masyarakat kita. untuk belajar ngaji tidak ada istilah biaya atau bayar berapa, tidak ada pendaftaran, tidak ada biaya gedung, tidak ada biaya daftar ulang. akhirnya kita menggunakan kata infak/ amal jariyah/ sedekah
.
saya sangat tercengang melihat kenyataan bahwa disekitar kita ternyata memberikan infak untuk anak-anak atau adik-adik kita yang ikutan belajar ngaji sebesar Rp. 10.000,00 adalah umum, biasa, paling lebih lebih tidak jauh dari 2x nya. dan ini sudah menjadi nilai infak pasaran. padahal untuk berangkat ngaji seminggu bisa 4-5 kali pertemuan dan dalam sebulan bisa minimal 20x pertemuan.

bisa dibayangkan bagaimana nasib para guru ngaji, akankah beliau masih terus bertahan. hanya dengan bantuan Allah lah mereka masih setia menjalaninya.

Ternyata kita selama ini masih menghargai guru ngaji tidak lebih dari satu hari uang belanja kita. atau mungkin sehari uang jajan kita. atau lebih parah lagi uang bensin untuk sekali jalan. padahal infak yang kita berikan hanya sekali dalam sebulan. >>>Bandingkan fakta yang ada saat ingin mngikuti kursus Bahasa Inggris perlu membayar sekian ratus ribu sebagai uang pendaftaran dan belum lagi uang buLanannya sekian puluh ribu, begitu juga dengan Kursus Jarimatika atau sempoa dan kursus lainnya

fakta diatas peminatnya banyak, selalu penuh alias ngantre bandingkan dengan infak yang kita keluarkan setiap bulan yang hanya 10-20rb setiap bulan untuk mendidik anak anak, adik adik kita supaya bisa ngaji, membaca ayat ayat alquran. itupun kadang masih tawar menawar ke guru ngajinya. kita memang masih timpang dan belum bisa berlaku adil untuk urusan akhirat.

segitukah ukuran infak yang bisa kita keluarkan…..
pantas jika Allah juga memberikan rizki kepada kita juga ala kadarnya, tentunya kita akan mengangis, menjerit, meratap,berdoa siang malam mohon kepada Allah dibukakan pintu rizkinya.

mari kita kembalikan ke dalam kehidupan kita, bila kita ingin Allah memberikan lebih, maka lebihkanlah infak dijalan Allah.

kalo bukan kita sesama muslim yang mengangkat guru ngaji,, lantas siapa lagi?, mustahil orang yang berseberangan dengan kita rela membatunya.

Sahabatku fillah, marilah kita peduli dengan mereka mereka yang iklas mengajarkan islam.

Fp Indahnya Islam

About islami123

jendela islami,. Menggapai Indahnya hidup dengan beribdah dan saling berbagi

Posted on 28 Maret 2012, in renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: