Belajar Dari Setiap Peristiwa


Hidup mengalami pasang surut, naik turun, terkadang kita kuat terkadang
juga kita lemah. Bagaimana menjalaninya kita diajarkan Allah untuk
bersabar dan senantiasa berdo’a memohon pertolongan dan bimbingan-Nya.

Bagi saya hidup adalah masa saya belajar dari hari ke hari. Allah yang mengajar secara nyata, memberikan banyak peristiwa sebagai sarana untuk berkaca dan mengambil pelajaran dari setiap kejadian yang ada. Mengingat peristiwa yang sudah lewat untuk kemudian merasa malu atas setiap tindakan jelek di masa lalu lalu bertekad memperbaiki diri, adalah hal yang paling banyak memberikan pengajaran.

Merasa telah keliru berbuat, merasa salah kata, memunculkan perasaan bersalah dan menuntut diri agar bisa berubah menjadi sosok yang lebih baik, adalah cambuk untuk melakukan perbaikan diri. Rasa bersalah, menarik napas berat, malu, adalah hukuman pribadi, hukuman tersembunyi, hukuman rahasia yang meninggalkan bekas dalam tak terlupakan.

Ketika saya sesumbar berkata-kata, Allah dengan keMahaBijaksanaanNya
memperjalankan hidup saya ke dalam ujian untuk menampakkan ke hadapan saya siapa diri saya yang sebenarnya, untuk menunjukkan kepada saya seberapa konsisten saya dengan setiap perkataan saya. Dan saya lantas belajar menerima fakta diri saya dan bertekad membenarkan perkataan saya dengan segenap perjuangan tentunya. Ya Allah, sesungguhnya tiada daya dan kekuatan melainkan hanya dari-Mu.

Ketika saya bertindak serampangan, Allah dengan kasih sayang-Nya mengatur peristiwa sebagai hukuman hidup untuk membuahkan jera. Dan saya pun dimampukannya untuk memetik hikmah dari setiap hal pahit yang harus saya terima. Saya menguatkan hati untuk menghadapi akibatnya, mensyukuri bahwa hembusan nafas saya masih ada hingga kesempatan memperbaiki
kekeliruan pun masih tersedia.

Saya.. hanyalah manusia biasa, bodoh, lemah, entah apalagi. Membaca diri dari salinan tulisan yang saya tulis, mencermati setiap tutur yang pernah saya torehkan, saya menyadari bahwa saya masih banyak tertinggal, saya masih harus memacu diri. Terkadang tulisan yang saya buat membuat saya mengernyitkan dahi dan geleng-geleng kepala, hmmm, tetapi biarlah ia terekam sehingga saya bisa belajar dari kesalahan. Saya akan mengingatnya sebagai saat di mana diri saya terpuruk dalam kelemahan saya yang terburuk.

Sebagai pengingat agar saya tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.

Perjalanan masih berlanjut, dan masih banyak peristiwa di depan yang akan terus menjadi materi pelajaran bagi saya agar senantiasa belajar. Terima kasih tiada terhingga ( to someone out there ) atas setiap teguran dan sapaannya, saya tidak tahu bagaimana diri saya jadinya jika tak seorangpun mau memarahi saya atas kekeliruan saya. Kemarahan bagi saya adalah sebuah manifestasi kasih sayang, sebuah wujud perhatian yang tiada bandingannya. Nasihat, kritik adalah sebuah tembang sayang yang dilantunkan dari hati yang mengkhawatirkan setiap langkah yang saya ayunkan. Dan, dari lubuk hati terdalam saya mempersembahkan serangkai bunga terima kasih setulusnya. Maafkan, jika saya sering keliru, dan jangan pernah lelah untuk tetap peduli dan memarahi saya.

Fp Indahnya Islam

Posted on 8 Maret 2012, in renungan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: